Pages

Kepribadian Nabi Muhammad Saw., yang penuh keajaiban


                Dalam kitab “As-Sab’iyatu fi Mawa’idlil Birriyat” disebutkan bahwa ketika Adam menikahi Hawa, Allah menentukan mas kawin perkawinan mereka adalah bershalawat kepada Nur Muhammad yang telah diciptakan terlebih dahulu dari pada Adam dan Hawa.
                Hal ini menunjukan bahwa Muhammad Rasulullah Saw., memang benar-benar dipersiapkan oleh Allah untuk menjadi hamba-Nya dan Kekasihnya didunia dan akhirat. Selain itu, bershalawatnya Adam kepada Nur Muhammad dihari perkawinannya dengan Hawa, menunjukan bahwa kelak, ketika Rasulullah lahir kedunia, ia akan menjadi sosok yang di agungkan oleh manusia diseluruh jagat raya sepanjang zaman.
                Oleh karena itu kelahiran beliau di iringi dengan keajaiban-keajaiban, yang menunjukan bahwa bayi ini lahir dengan keberkahan yang melimpah dari Allah Swt.

. Beliau adalah memang benar-benar manusia istimewa yang telah dipersiapkan Allah untuk menjadi pemimpin umat manusia terbesar sepanjang sejarah dunia.
                Syeh Abi Nasru Muhammad bin Abdurrahman Al-Hamdaniy menceritakan dalam kitab “As-Sab’iyyatu Fil Mawa’idzih Birriyat” sebagai berikut : pada saat kelahiran Rasulullah Saw., ada tujuh keajaiban yang luar biasa yang tidak pernah terjadi sebelumnya, di antaranya adalah :
1)      Setiap wanita yang mengandung akan merasa letih dan berakibat dari beban yang dikandungnya. Tetapi ibunya Rasulullah Saw., disaat mengandung ia tidak merasa letih dan berat akibat dari beban kandungannya.
2)      Setiap wanita yang mengandung akan merasa kesakitan di saat melahirkan bayinya, akan tetapi ibu Rasulullah Saw., tidak mengalami hal itu.
3)      Disaat Rasulullah Saw., baru keluar dari rahim ibunya, beliau langsung sujud dengan menghadap Allah Ta’ala, seraya berkata dalam sujudnya : “Ummati... ummati...” (umatku... umatku...).
4)      Rasulullah Saw., lahir dalam keadaan sudah dikhitan.
5)      Tatkala Rasulullah Saw., lahir setan dan jin tidak bisa naik lagi kelangit untuk mendengarkan pembicaraan para malaikat. Ketika Rasulullah Saw., lahir para jin yang hendak naik kelangit tiba-tiba ditolak, tidak boleh naik lagi kelangit. Akhirnya para jin tersebut menuju ketempat Iblis Laknatullah untuk melaporkan kejadian ini kepada Iblis : “Kami sudah biasa naik turun ke langit, tatap pada hari ini kami ditolak, tidak boleh naik lagi ke langit”. Mendengar laporan itu, Iblis menyaranakan : “Berkelilinglah kalin kebumi bagian Timur dan Barat untuk menyelidiki apa yang terjadi di muka bumi ini”. Kemudian para jin itu berangkat mengelilingi bumi mulai dari arah timur sampai ke barat, hingga mereka sampai ke kota Makkah. Setelah sampai disana para jin itu terkejut, mereka melihat Nabi junjungan kita Muhammah Saw., telah lahir dan dikelilingi oleh para malaikat, nurnya memancar sampai kelangit, dan para malaikat turun silih berganti memberikan hormat kepadanya. Akhirnya para jin itu kembali dan melaporkan kejadian tersebut kepada Iblis. Mendengar laporan dari jin tersebut Iblis langsung menjerit dengan jeritan yang keras sekali, seraya merintih : “Aduh.... telah lahir tanda-tanda alam yang menjadi rahmatnya anak keturunan Adam. Oleh karena itu, kalian mulai hari ini dan seterusnya tidak bisa naik lagi ke langit, yang menjadi tempat untuk melihat Nabi dan umatnya !”. Sebagaimana disebutkan Allah dalam firmannya :
وَزَيَّنَهَا لِلنَّظِرِيْنَ
“...dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang yang andang(nya).(Surat Al-Hijr:16)
                Ketika setah sudah tidak mempunyai lagi jalan untuk naik ke langit. Yag menjadi tempat memandangnya kaum mukminin, maka bagaimana setan bisa masuk kedalam hati kaum mukminin yang menjadi tempat melihat kepada Dzat Yang Mengawasi ?.
6)      Sesungguhnya Halimah (wanita yang menyusui Rasulullah Saw.) pada saat itu, air susunya tidak mengalir lagi dari salah satu teteknya, akan tetapi tatkala teteknya diletakkan pada mulut Rasulullah Saw., yang masih bayi, langsung tetek tersebut mengalir air susunya.
7)      Pada saat Rasulullah Saw., lahir ada suara yang keluar dari Ka’bah, suara itu berbunyi antara lain :
قُلْجَاءَالْحَقَّ اى الْاِسْلاَمُ وَمَا يُبْدِئُ البَاطِلَ وَمَايُعِيْدُاى الْكٌفْرَ
Katakanlah telah datang kebenaran (Islam) dan tidak akan memulai kebatilan, juga tidak akan mengembalikan kekufuran.”
Allah berfirman :
لَقَدْجَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسَكُمْ عَزِيْزٌلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ فَرِيْصٌ عَلَيْكُم بِلْمُؤمِنِيْنَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat (keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”(Surat At-Taubah : 128)
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ الله نُوْرٌهُوَالنَّبِيُّ وَكِتَابٌ قُرْاَءنٌ اى بَيٌّنٌ ظَاهِرٌ
“Telah datang kepadamu cahaya (nur) dari Allah, yaitu Nabi dan kitab Al-Qur’an yang nyata, artinya yang jelas dan tampak.”
يَاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّا اَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًاوَمُبَشِّرًاوَنَذِيْرًا
“Wahai Nabi, Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita dan pemberi peringatan. (Surat Al-Baqoroh : 119)

Berkatalah Ka’ab Al-Akhbar ra : Aku melihat dalam kitab Taurat, bahwa Allah Ta’ala telah mengkhabarkan tentang kelahiran junjungan kita Nabi Muhammad Saw., Allah berfirman : “Ketika bintang yang sudah kalian kenal dengan nama bintang Tsabit itu bergerak dan berjalan dari tempatnya, maka pada saat itulah Nabi Muhammad Saw., lahir.
                Pada saat Rasulullah Saw., lahir, bintang Tsabit itu berjalan dan semua orang Yahudi mengetahui tentang peristiwa tersebut, bahwa berjalannya bintang Tsabit merupakan tanda kelahiran Nabi Muhammad Saw., kedua, tetapi mereka menyembunyikan kejadian itu karena ada rasa hasud pada diri mereka.
                Allah juga mengkhabarkan kepada abi Isa as., tentang tanda-tanda kelahiran Nabi Muhammad Saw., di dalam kitab Injil. Di dalam kitab tersebut dikatakan : “Ketika pohon-pohon kurma yang sudah kering tiba-tiba keluar daunnya, maka pada saat itulah Nabi Muhammad Saw., telah lahir ke dunia ini.
                Benar, ketika Rasulullah Saw., lahir ke dunia, pohon-pohon kurma yang sudah kering tiba-tiba keluar daunnya dan berbuah, orang-orang Yahudi mengetahui peristiwa tersebut tetapi mereka menyembunyikannya, karena ada rasa kedengkian mereka pada Nabi Muhammad Saw..
                Allah juga mengkhabarkan tentang tanda-tanda kelahiran Nabi Muhammad Saw., dalam kitab Zabur. Disebutkan dalam kitab tersebut : “Ketika mata air yang sudah kalian kenal kering airnya, tiba-tiba memancarkan air dengan derasnya, maka pada saat itulah Nabi Muhammad Saw., telah lahir ke dunia”. Ketika Rasulullah Saw., lahir dan tanda-tanda tersebut telah diketahui oleh mereka, maka mereka (kaum Yahudi) itu menyembunyikannya karena bercokolnya rasa hasud pada diri mereka.
                Diriwayatkan, sesungguhnya Abdul Muthalib berkata : Sewaktu aku berada di dekat Ka’bah, di mana dalam Ka’bah tersebut telah tersimpan beberapa patung berhala, tiba-tiba patung-patung itu jatuh dari tempatnya dan tersungkur dalam bentuk bersujud kepada Allah Ta’ala. Aku juga mendengan suara dari balik dinding Ka’bah : “Nabi yang dipilih telah lahir yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan diriku dari beberapa patung berhala, serta memerintahkan untuk menyembah kepada Dzat Yang Merajai alam ini”.
                Diceritakan dalam kitab “Maulidul Barzanjiy” : pada hari kelahiran Rasulullah Saw., muncullah kejadian-kejadian yang luar biasa dan keanehan-keanehan yang mengherankan. Semua itu sebagai bukti atas kenabiannya sekaligus memberikan pengertiaan bahwa beliau adalah seorang pilihan Allah Swt..
                Kemudian diperketatlah penjagaan langit dan diusir semua setan-setan yang kurang ajar supaya hengkang dari langit beserta antek-anteknya. Bintang-bintang yang bercahaya bergereak melempari setiap setan yang terkutuk, pada saat mereka berusaha meneroboh naik lelangit.
                Bintang-bintang Zuhrah merendah turun untuk menghormati atas kelahiran Nabi Muhammad Saw.. Tampak menjadi terang dengan cahayanya bintang-bintang tersebut, juga lembah-lembah tanah haram dan gunung-gunungnya.
                Keluarlah bersamaan dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw., berupa cahaya terang yang pantulan cahayanya sampai menyinari gedung-gedung tingkat di negeri Syam (Syria) yang tampak dengan jelas bagi penduduk yang ada di lereng tanah Makkah.
                Menjadi hancur Berantakan gedung-gedung tinggi yang berada di kota-kota Kerajaan Kisro Persia (Iran), yang pembangunannya dibuat dengan megahnya oleh Patih Anu Syarwan.
                Juga berguguran 14 pot besar pada puncak bangunan yang menjulang tinggi dengan indahnya. Di Kerajaan Kisro terjadi pemberontakan dan mala petaka hebat yang mengakibatkan terpecahnya Kerajaan tersebut.
                Padamlah beberapa tempat api unggun penyembahan yang berada di seluruh Kerajaan Persia. Kesemuanya itu akibat dari pancaran cahaya terang kelahiran Nabi Muhammad Saw., yang menyinari alam ini dan kecemerlangan wajahnya.
                Mengendaplah air telaga kota, yaitu sawah yang menjadi perbatasan daerah antara kota Hamadzan dan Kota Qum dari wilayah negeri Ajam. Kekeringan itu karena berhentinya aliran atau air yang menjadi sumbernya.
                Meluaplah air dijurang desa Samawah, yang merupakan hutan dalam lembah dan ladang sawah. Padahal sebelumnya tidak pernah ada air dari tempat tersebut. Meluapnya air itu akhirnya digunakan untuk minum orang yang haus kerongkongannya.
                Kelahiran Nabi Muhammad Saw., berada di suatu tempat yang perkampungannya terkenal dengan sebutan Makkah.
                Dikisahkan dalam kitab “Maulidud Diba’iy” pada saat menjelang kelahiran Rasulullah Saw., maka bergoncanglah Arasy bergembira menyambut kelahiran Rasulullah Saw., kursi Allah bertambah takut dan tenang karena kemuliaan beliau. Langit penuh dengan cahaya, terdengan suara gemuruh malaikat membaca Tahlil, Tahmid dan Istighfar.
                Ibu Rasulullah Saw., selalu melihat berbagai macam keanehan dari kemegahan dan keagungan derajat putranya hingga sempurna masa kandungannya.
                Ketika ibunya telah merasakan akan bersalin, dengan seizin Allah Tuhan Pencipta makhluk, maka lahirlah kekasih Allah Nabi Muhammad Saw., dalam keadaan sujud, bersyukur dan memuji. Sedangkan wajahnya bagaikan bulan purnama dalam kesempurnaannya.
                Dalam kitab “Maulidud Diba’iy” juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw., dilahirkan dalam keadaan telah berkhitan dengan kekuasaan Allah, juga bercelak dengan celak petunjuk Allah. Maka menjadi teranglah karena keindahannya menyinari padang yang luas. Akhirnya menjadi terang benderanglah semesta alam ini akibat dari cahaya yang dipancarkan oleh Rasulullah Saw..
                Pertama kali yang menjadi keagungan mu’jizatnya adalah padamnya api persembahan negeri Persia (Iran) dan runtuhnya panggung kehormatannya. Dilemparkannya para setan dari langit dengan bintang-bintang yang membakar. Raja jin yang angkuh dalam menguasai kerajaannya seketika itu jadi hina dan tunduk. Kesemuanya itu dikarenakan dari kebesaran cahaya Nabi Muhammad Saw., yang cemerlah, dan menjadi teranglah semesta alam akibat dari keindahan cahayanya, sampai Nabi Muhammad Saw., diserahkan kepada wanita yang menyusui.
                Itulah diantara kehebatan dan keajaiban yang terjadi mengiringi kelahiran calon pemimpin umat terbesar didunia, di mana kelahirannya selalu dinanti-nanti oleh seluruh makhluk Allah, baik yang ada dilangit maupun yang ada dibumi. Karena beliau membawa berkah dan rahmat bagi seluruh alam ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar